Toko Pasutri

Jumat, 04 Januari 2013

Cara Efektif Agar Suami Kembali Langsing adalah dengan Mengomelinya


Setiap wanita tentu tak ingin memiliki suami yang berat badannya di atas rata-rata. Kalaupun ada, berbagai cara pun dilakukan wanita untuk mendorong sang suami agar kembali langsing, termasuk memperhatikan pola makan atau mengajaknya diet dan rutin berolahraga. Tapi ternyata cara itu dianggap kurang efektif.

Justru menurut sebuah studi baru dari AS, cara paling efektif agar berat badan suami Anda tak berlebihan adalah mengomelinya. Dengan kata lain studi ini mengemukakan bahwa para pria terbukti lebih bersemangat menurunkan berat badan jika belahan jiwanya mengkritik, menentang dan menolak mereka, kendati mereka melakukan diet atau olahraga dengan setengah hati.

Namun studi yang dipublikasikan dalam Journal of Family Psychology ini juga menemukan bahwa metode ini tak mempan bagi wanita. Pasalnya, wanita yang sering dikritik oleh suaminya gara-gara berat badannya bertambah atau di atas rata-rata justru jadi malas untuk melakukan diet atau olahraga.

Lagipula wanita yang kelebihan berat badan sudah cukup sering menghadapi tekanan dari masyarakat karena dituntut harus langsing sehingga sedikit perkataan sengit dari suaminya takkan ada bedanya bagi mereka.

Kesimpulan ini diperoleh tim peneliti dari University of California, Los Angeles, Southern Methodist University, Dallas dan Florida State University setelah mempelajari kondisi 165 pasangan yang sebagian besar berusia 20-an dan baru menikah selama beberapa tahun namun mengalami penambahan berat badan pasca menikah.

Sebenarnya hal ini terbilang wajar karena neberapa studi sebelumnya menemukan bahwa baik pria maupun wanita akan cenderung mengalami penambahan berat badan di tahun-tahun pertama pernikahannya akibat perubahan gaya hidup yang lebih baik setelah menikah.

Jadi seperti dikutip dari medindia, Senin (24/12/2012), peneliti menyimpulkan bahwa para suami yang kelebihan berat badan akan cenderung memulai diet dan olahraga jika mereka menghadapi tekanan psikologis berupa 'perilaku oposisi' atau kritik secara terus-menerus dari istri-istrinya. Sumber...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Kamis, 03 Januari 2013

Tak Ada yang Kuat Gendong Saat Jatuh, Motivasi Hilangkan Berat Badan 95 Kg


Jennifer Hodges (41 tahun) mengakui dirinya kecanduan makanan cepat saji dan olahan, serta memiliki gaya hidup yang tidak aktif. Kondisi ini tentu saja membuat bobot tubuhnya meningkat hingga 166 kg dengan tinggi badan 172 cm.

Penyebab banyak makan yang dialami oleh Jennifer ini karena ia terbiasa sejak kecil ditinggal oleh orang tuanya yang bekerja serta kurangnya teman, sehingga ia mengatasi kesepian dan bosannya dengan makanan. Tak jarang Jennifer seringkali merasa orang-orang di sekitarnya membicarakan ia ketika tengah berbelanja makanan, atau ketika ia mengajak anak-anaknya keluar untuk makan.

Namun semua itu berubah ketika ia terjatuh di halaman belakang dan tidak bisa bangun sendiri. Ketiga anaknya harus berlari ke rumah memanggil suaminya, dan ia pun digulung dengan selimut untuk bisa diseret ke dalam rumah.

Momen itu seperti menjadi titik balik bagi hidupnya. Jennifer tahu bahwa ia harus mengubah gaya hidupnya, bukan hanya untuk dirinya sendiri tapi juga demi seluruh keluarganya.

Jennifer pun mendaftarkan diri ke pusat kebugaran. Secara perlahan ia mulai rutin melakukan olahraga dan setelah 3 bulan ia memberanikan diri masuk kelas kebugaran Body Step. Ia pun menceritakan tujuan dan keterbatasannya pada sang pelatih sehingga bisa diberikan pilihan gerakan yang tidak terlalu sulit.

Setelah 3 bulan, ia merasa lebih percaya diri dengan tubuhnya dan berat badannya mulai berkurang. Hal ini semakin memotivasinya untuk terus berlatih, ia pun menambahkan latihan kardio dan kekuatan, serta bodycombat dan RPM.

Grup kebugaran yang diikutinya telah mengubah hidup Jennifer, bahkan ia pun kini juga turut memotivasi dan menghibur teman-teman kelompoknya yang memiliki tubuh besar.

Selain berolahraga, Jennifer pun mengubah pola makannya. Ia tidak lagi mengonsumsi makanan cepat saji, namun mulai mencoba belajar memasak dan membuat makanan sendiri, seperti omelet putih telur dengan bayam, jamur, paprika dan tomat untuk sarapan.

Sedangkan makan siangnya diisi dengan protein tanpa lemak dan sayuran, makan malam pasta gandum, beras merah dengan protein. Serta camilannya pun berganti menjadi segala macam buah seperti apel, pisang dan mangga atau yoghurt beku.

Semua usaha yang dilakukan oleh Jennifer ini tidaklah sia-sia. Hidupnya kini benar-benar berubah, ia berhasil menurunkan berat badannya sebanyak 95,35 kg. Kini bobot tubuhnya menjadi 70,65 dan ia jauh terlihat lebih ramping dan bugar dengan bentuk tubuhnya yang baru. Sumber...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Rabu, 02 Januari 2013

Sayur dan Keju, Camilan Sehat Agar Anak Tidak Kegemukan


Ngemil memberikan kontribusi yang besar terhadap masalah obesitas. Kebanyakan anak memilih camilan yang berlemak dan tidak mengenyangkan sehingga memicu untuk makan berlebihan. Pilihan camilan seperti keju yang digabungkan dengan sayuran mungkin akan membantu mencegah obesitas.

Masalahnya bukan hanya terletak pada berapa kali anak-anak ngemil setiap harinya, tetapi juga pilihan makanan ringan yang dimakannya. Camilan seperti keripik kentang sarat akan lemak, tidak menimbulkan efek mengenyangkan dan meningkatkan nafsu makan.

Dalam sebuah studi terbaru yang dipublikasikan secara online dalam jurnal kesehatan Pediatrics, peneliti dari Food and Brand Lab di Cornell University merancang percobaan untuk melihat apakah anak-anak tetap akan mengonsumsi makanan berat berkalori tinggi setelah ngemil pilihan camilan yang lebih sehat.

Ngemil sayuran mungkin kurang menarik bagi anak jika dibandingkan dengan keripik kentang dan kue-kue manis. Tetapi dengan menggabungkan sayuran yang ditambah keju, mungkin akan membuat anak tertarik dengan pilihan camilan yang lebih sehat ini.

Penelitian ini melibatkan 102 anak SD dari kelas 3 sampai kelas 6 yang secara acak dibagi menjadi 4 kelompok sesuai jenis camilan, yaitu kelompok keripik kentang, keju, sayuran, dan kelompok terakhir adalah kelompok keju yang ditambah sayuran.

Selama masa studi, anak-anak diizinkan ngemil ketika sedang menonton TV yang biasanya memakan waktu 2 kali 45 menit acara televisi. Sebelum, selama dan setelah acara TV, masing-masing anak dievaluasi tentang sensasi penuh pada perutnya saat ngemil.

Para peneliti menemukan bahwa kelompok anak yang makan keju ditambah sayuran sebagai camilan, mengonsumsi kalori 72 persen lebih sedikit dibandingkan kelompok yang makan keripik kentang. Selain itu, anak membutuhkan kalori yang lebih sedikit untuk merasa kenyang daripada anak yang makan keripik kentang.

Kesimpulan yang dapat diambil dari studi ini adalah bahwa kombinasi camilan yang terdiri dari sayuran dan keju dapat menjadi sarana yang efektif untuk mengurangi asupan kalori anak-anak saat ngemil. Setelah ngemil sayuran dan keju, anak merasa cukup kenyang dan tidak makan berlebihan setelahnya.

Seperti dikutip dari emaxhealth, Kamis (20/12/2012), peneliti merekomendasi 4 hal ini untuk membantu anak mendapatkan kalori yang lebih sedikit saat ngemil:

1. Memilih jenis makanan ringan yang bergizi dan bukan menghilangkan kebiasaan ngemil.

2. Mengganti camilan yang lebih sehat seperti keripik kentang menjadi sayuran dan keju.

3. Menawarkan jumlah camilan yang lebih kecil tetapi beragam di piring, misalnya terdiri dari beberapa sayuran dan buah.

4. Mendorong anak agar lebih mampu mengontrol diri ketika ngemil dan berhenti makan ketika merasa kenyang. Sumber...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Selasa, 01 Januari 2013

Bahaya! Jangan Pernah Lakukan Diet Yo-yo


Diet Yo-yo kebanyakan dialami oleh orang yang hanya iseng melakukan diet atau ingin menurunkan berat badan dengan cepat. Tapi sebaiknya waspada, karena diet Yo-yo justru bisa menimbulkan banyak bahaya.

Diet Yo-yo adalah orang yang melakukan diet untuk menurunkan berat badannya, tapi kemudian bertambah lagi berat badannya setelah berhenti diet. Program ini membuat tubuh tidak konsisten sehingga bisa memberikan efek buruk.

Berikut ini beberapa bahaya yang bisa timbul jika melakukan diet Yo-yo, seperti dikutip dari Weightlosscenter.net, Kamis (20/12/2012) yaitu:

1. Frustasi dan stres
Salah satu penyebab diet Yo-yo adalah seseorang tidak bisa mencapai target yang diharapkannya, sehingga motivasi yang sudah dibangun mulai menurun dan mengalihkan rasa stres serta frustasinya pada makanan.

Kondisi ini tentu saja akan membuat berat badannya meningkat, bahkan tak jarang bobot tubuhnya lebih besar ketimbang sebelum diet sehingga bisa berbahaya bagi kesehatan.

2. Membahayakan kondisi jantung
Peneliti dari Wake Forest University di North Carolina menemukan berat badan yang naik kembali setelah diet bisa meningkatkan risiko penyakit jantung. Karena dalam beberapa kasus kadar kolesterol jahat, tekanan darah, trigliserida dan gula darah lebih tinggi ketika berat badannya meningkat lagi.

3. Metabolisme tubuh menjadi lebih lambat
Orang yang melakukan diet Yo-yo akan kehilangan massa ototnya saat penurunan berat badan. Kondisi kehilangan massa otot ini akan memperlambat metabolisme tubuh sehingga tidak membakar energi secara efisien.

4. Lemak di perut makin menumpuk
Setiap kali terjadi fluktuasi berat badan maka berpengaruh terhadap penumpukan lemak di tubuh terutama daerah perut. Padahal lemak di perut atau disebut lemak visceral bisa berbahaya karena berhubungan dengan kolesterol tinggi, insulin tinggi, trigliserida tinggi, tekanan darah tinggi dan masalah lainnya.

Jenis lemak ini adalah lemak paling berbahaya dan dapat meningkatkan risiko seseorang terkena diabetes, penyakit jantung, stroke, demensia (pikun) dan beberapa jenis kanker.

5. Melemahkan sistem kekebalan tubuh
Perubahan berat badan yang naik turun secara berulang bisa melemahkan sistem kekebalan tubuh. Sebuah penelitian mengungkapkan orang yang sudah mencoba 5 kali program diet dan terjadi fluktuasi berat badan akan mengalami penurunan sistem imun hingga 30 persen.

Untuk itu sebaiknya pahami terlebih dahulu program diet yang akan dijalani serta efek jangka panjangnya, karena diet yang hanya sekedar iseng atau tidak sungguh-sungguh bisa bikin berat badan naik turun yang justru membahayakan kesehatan. Sumber...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

Diet Sehat. Info Seputar Ibu Hamil, Anak, Bayi dan Balita...